Menggambar Redraw dan Original. Mana yang Lebih Baik?

Assalamualaikum. Sobat, Bang Manager sering sekali mendengar pedebatan tentang manakah yang lebih baik, menggambar redraw atau original? Nah, kalau sudah begitu repot sekali untuk menjawabnya. Karena itu, lewat artikel ini aku akan mencoba untuk menilai manakah yang terbaik diantaranya.

Menurutku, baik atau tidaknya redraw itu tergantung kepada artis itu sendiri. Kenapa demikian? Karena tiap artis memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam menggambar. Ada yang menggambar karena hobi dan sekedar mengisi waktu. Ada juga yang menggambar karena serius latihan dan menekuni kegiatan ini. Jadi, kalau ditanya mana yang lebih baik ya siapapun tak akan bisa menjawabnya kecuali sang artis itu sendiri.

Namun, sebagai manager blog yang tamvan, aku ingin mengingatkan teman-teman bahwa menggambar redraw atau menggambar original itu ada pengaruh yang cukup besar bagi otak sang artis.

Pembaca: Hah, masa sih? Bahaya nggak bagi otak kita?

Bahaya banget sih tidak, tapi ya mau tidak mau sebagai artist kamu harus mulai mempertimbangkannya demi masa depan kamu didalam dunia seni rupa ini.
Perbedaan otak kiri dan kanan.

Otak kita terbagi menjadi dua bagian, yaitu kiri dan kanan. Pada gambar diatas, kamu dapat melihat sendiri fungsi otak manakah yang paling dibutuhkan oleh seorang artis. Yeah, tentu saja otak kanan! Tahukah kamu bahwa menggambar redraw (yang murni 100% redraw) itu mengandalkan fungsi dari otak kiri, sedangkan untuk menggambar original itu sangat bergantung pada kreatifitas otak kanan.

Jika kamu adalah seorang yang hobi menggambar yang sekedar iseng mengisi waktu atau refreshing, tak memperhatikan soal ini pun tak apa, mau redraw atau pun original juga bebas saja. Tapi bagaimana jadinya bila kamu adalah seseorang yang sudah mematenkan cita-cita sebagai komikus (misalnya)? Kamu akan sangat membutuhkan otak kananmu karena komikus sangat dibutuhkan kreatifitasnya.

Namun, ini bukan berarti otak kiri itu buruk atau otak kanan itu lebih penting. Tahukah kamu bahwa ada sebuah komik yang diciptakan dengan kemampuan otak kiri dan kanan yang sama besar? Kalau belum tahu, yakin tidak pernah membaca komik Jepang ini?
Sampul depan Detektif Conan oleh ComicVine.

Yeah, serial Detektif Conan dibuat dengan cerita genius yang membutuhkan kecerdasan logika otak kiri, dan juga ilustrasi yang jelas yang tentunya membutuhkan kreatifitas otak kanan. Keren kan? Kalau bisa mengandalkan kedua otak, kenapa tidak?

Dalam hal lainnya, ada juga seniman yang hanya menggambar redraw tapi juga menggunakan otak kanannya, yaitu seniman yang bisa melengkapi apa yang tidak ada dari gambar yang dicontoh dengan kreatifitasnya. Misalnya sebagian tubuh yang tidak ada, atau sebagian senjata yang tidak kelihatan, tapi dia bisa membuatnya sendiri dan membuat hasilnya 10x lipat lebih indah dari aslinya.

Otak bagian mana yang paling kamu butuhkan, menggambar redraw atau original kah yang lebih baik, ya tanyakan saja kepada diri masing-masing karena setiap orang berbeda-beda kepentingannya. Semoga penjelasanku dapat dimengerti dan bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terimakasih.

Wassalamualaikum.

Bantu share ya:

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

    Previous
    Next Post »

    Jangan lupa berkomentar ya?