Ubah Smartphone Menjadi Scanner dengan Aplikasi Office Lens

Assalamualaikum. Sobat, kamu ingin submisi komik ke lomba tapi tidak punya scanner? Begitulah yang dialami oleh salah satu admin DHC, Rida, beberapa minggu yang lalu. Namun akhirnya, masalahnya terpecahkan berkat bantuan aplikasi Office Lens!
Logo Office Lens.
Office Lens adalah aplikasi pengolah dokumen besutan Microsoft yang memungkinkan kamu untuk scan dokumen, catatan kertas, dan tentunya juga memungkinkan kamu untuk scan gambar karyamu hanya dengan kamera dari sebuah ponsel pintar berbasis Android, iOS, atau Windows Phone.

Pembaca: Ah masa? Apa bedanya dengan memotret foto biasa, bang?

Tentu saja berbeda, karena hasil potret dokumen akan diolah oleh office lens agar tampak lebih jelas. Dengan teknologi OCR (optical character recognition), teks yang ada di dokumen akan terlihat cukup jelas untuk dibaca layaknya hasil scan dengan scanner biasa. Begitu juga dengan teks yang kamu tulis di balon kata komikmu, asalkan tulisanmu tidak seburuk bang manager ya.

Selain itu, aplikasi ini juga mampu memotong foto secara proporsional (menemukan masing-masing ujung dari selembar kertas, dsb), lalu setelah itu kualitas foto juga ditingkatkan agar semakin bersih (dapat dibaca dengan jelas). Masih tidak percaya? Ini dia buktinya..

Foto komik sebelum diolah Office Lens oleh Admin Rida.
Foto komik sesudah diolah dengan Office Lens oleh Admin Rida.
Hasil scan dokumennya dapat kamu simpan sebagai foto biasa, atau dokumen berformat Word, Power Point, serta PDF tergantung kebutuhanmu. Hasil scan juga dapat disimpan di cloud storage Microsoft, yaitu OneDrive.

Baiklah, bagi kamu yang berminat memiliki aplikasi Office Lens, kamu bisa mendapatkannya secara gratis di App Store kesayangan kamu. Selamat mencoba dan jangan lupa berbagi dengan kami di grup Komunitas Hobi Menggambar. Semoga bermanfaat!








Narasumber: Admin Rida

Bantu share ya:

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

    Previous
    Next Post »

    Jangan lupa berkomentar ya?