Hasil Gambar Tak Pernah Mirip? Coba Deh Teknik Ini

Assalamualaikum. Pernahkah kamu merasa jengkel ketika kamu menggambar dengan susah payah dan ternyata hasilnya tidak mirip? Ya, aku juga pernah merasakannya. Menggambar memang tidak bisa mirip sepenuhnya, tapi aku ada teknik yang mungkin akan meningkatkan presentase kemiripannya, yaitu teknik griding.
Catatan: Teknik ini hanya ditujukan untuk para portrait artist.
Apa itu griding? Coba ingat-ingat pada saat kita masih SMP dulu kan pernah ada pelajaran tentang skala dan peta. Ingatkah kamu bagaimana cara menggambar peta dengan petak-petak? Ya, itu adalah teknik menggambar dengan griding. Teknik ini akan memudahkan kita menggambar potret dengan hasil yang lebih baik.

Selain itu, dengan teknik ini kita bisa membesarkan atau mengecilkan sebuah gambar dengan mudah. Misalnya gambar aslinya hanyalah sebuah foto kecil, kita tidak perlu bingung mengira-ngira ukuran, cukup hitung saja skalanya. Begitu juga dengan gambar yang besar (walaupun jarang) kita bisa kecilkan dengan teknik ini. Mudah bukan?

Bagaimana cara melakukan teknik ini?

Pertama kamu harus buat petak-petak terukur. Jika pada foto aslinya kamu buat petak-petak sebesar 1 cm x 1 cm, maka di kertasnya kamu bisa buat 2 cm x 2 cm untuk ukuran yang dua kali lebih besar. Setelah itu gambarlah foto aslinya sesuai dengan petak petaknya. Saran: Agar gridnya mudah dihapus, gunakanlah pensil HB.


Tapi masa sih kita harus coret-coret foto asli? Ya tidak lah, kamu bisa pakai transparansi (lembaran plastik kaku nan tipis yang tembus pandang). Kalau mau lebih mudah lagi, kamu bisa menggunakan aplikasi ponsel yang bernama Sketch Grid. Dengan aplikasi ini kamu tinggal memotret objek dan aplikasi ini langsung membuat grid. Tapi kamu harus membeli aplikasinya dulu, harganya cuma Rp.20.000 di Play Store.


Bagi pengguna komputer, kamu bisa membuat grid pada foto dengan hanya mengunggahnya ke situs Grid Drawing Tool. Ada 3 tahapan yang harus dilalui, namun yang terpenting adalah tahap terakhir yaitu griding. Gridnya bisa diatur ukuran serta warnanya. Seperti ini contohnya..


Sudah paham? Semoga artikelku kali ini cukup menjelaskan dan bermanfaat bagi pembaca sekalian. Monggo diterapkan untuk menggambar potret, tapi kalau untuk menggambar anime ya sungguh terlalu. Haha.. Terimakasih.

Wassalamualaikum.









Referensi:

  • Kharisma Seni. "Cara membuat sketsa gambar yang akurat dengan metode GRID". http://karisma-seni.blogspot.co.id/2013/05/cara-membuat-sketsa-gambar-yang-akurat.html (diakses pada 10 Februari 2016)

Bantu share ya:

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

    Previous
    Next Post »

    Jangan lupa berkomentar ya?