Gambarmu Jarang Dikomentari? Tingkatkanlah dengan Cara Ini

Assalamualaikum. Sobat, apakah gambar yang kamu buat itu jarang mendapat komentar dari member bila diunggah ke grup? Nah, kalau iya, aku punya beberapa gagasan yang masuk akal. Beberapa gagasan ini tercipta usai aku melakukan survey kilat di fanpage dan grup DHC di Facebook.

Namun, sebelum itu aku mau mengingatkan. Tak bisa dibohongi bahwa dikomentari adalah salah satu keinginan besar ketika mengunggah gambar di grup, tapi jangan jadikan itu sebagai patokan berhasil atau tidaknya karya kamu. Keberhasilan sebuah karya itu adalah kepuasan dari sang pembuatnya sendiri. Puaskah kamu dengan hasilnya?

Kembali ke topik. Pada saat survey, aku bertanya pada sobat sekalian tentang apa yang membuat sobat tergerak untuk mengomentari sebuah karya. Sebagian besar voter mengatakan bahwa mereka akan berkomentar bila gambar itu ada kesalahan. Jadi bila gambarmu tidak dikomentari, apa artinya tidak ada yang salah? Belum tentu.

Masih ada pertanyaan kedua. Pada poin kedua aku bertanya mengapa sobat enggan mengkritik karya seorang mastah. Sebagian besar voter mengatakan bahwa mereka merasa tidak sebanding dan merasa yakin bahwa sang mastah sudah tahu dimana letak kesalahannya, jadi tidak perlu diingatkan. Hmm.. Padahal mastah juga manusia yang tak luput dari kesalahan.
Catatan: Gelar mastah (master) di dunia maya hanyalah sebuah gelar berdasarkan anggapan orang lain. Jadi setiap ada seseorang yang memiliki karya yang WOW, ia akan dipanggil mastah oleh para pemula.
Belajar dari kedua poin diatas, para komentator enggan mendaratkan komentarnya karena malas dan segan. Lalu, bagaimana cara memancing para komentator agar karya kamu dapat menarik mereka untuk berkomentar? Nah, dengan pengalamanku serta temanku, aku akan menjabarkannya.

1. Tingkatkan Relasi dengan Member

Orang bisa saja malas berkomentar karena itu gambar bukan dari seseorang yang dia kenal, tapi bila yang mengunggah gambar adalah teman sendiri, apa dia tidak tergugah untuk mengomentari? Yeah, pasti dia akan berkomentar walaupun tidak nyambung atau penuh bully yang sifatnya candaan. Jadi perkuatlah hubungan dengan teman baru yang nyambung dengan kamu.

Selain itu, jangan mengharapkan apa-apa dari komentar admin. Seramah apapun seorang admin, itu hanya formalitas (contuhnya Bang Manager yang mengetik artikel ini). Admin akan berkomentar sehalus-halusnya walaupun isi komentarnya cukup tajam. Kebanyakan admin juga tidak akan memeriksa permintaan pertemanan dan balasan dari member karena ia sedang kebanjiran notifikasi. Tapi memang tidak ada salahnya mencoba memperkuat relasi dengan admin juga, walaupun agak sulit.

2. Jangan Mengulang Kesalahan yang Sama

Kamu capek nggak sih kalau misalnya ada orang yang payah dalam menggambar kaki, dan sudah kita beri saran, tapi terus diulang-ulang lagi kesalahannya tanpa ada kemajuan? Berminggu-minggu minta saran tapi kakinya tetap meliuk-liuk tak sedikitpun mencerminkan ada keseriusan berlatih.

Hufft.. Itulah yang dirasakan para komentator, untuk apa berkomentar panjang lebar tapi tidak berguna bagi sang pembuat gambar? Sakit bukan? Jangan heran kalau gambarmu sepi komentar, karena komentatornya sudah capek dan memblacklist kamu.

Selain itu, memperbaiki selera juga penting. Kalau selera senimu bagus, percayalah kamu akan bisa tahu sendiri dimana letak kesalahanmu. Semakin bagus selera senimu, makan semakin tajam mata kamu dalam menilai sebuah karya. Tapi, bagaimana cara memperbaiki selera? Mudah kok, perbanyak membaca buku berbau seni (yang relevan dengan bidang yang kamu geluti saat ini), dan jangan merasa waktumu terbuang untuk mendatangi pameran seni.

3. Jangan Membuat Caption yang Bersifat Antonim

Poin ketiga ini dicetuskan oleh salah seorang rekan seniman Bang Manager. Antonim adalah lawan kata. Pasti kalian sering melihat gambar setingkat profesional tapi captionnya terbalik seperti ini:
"Anjir gagal nih gambar, jelek, ancur. Pengen gua bakar aja!" atau "Gambar ancur nih, krisarnya dong!"
Kalau melihat gambar bagus dengan caption seperti itu, bagaimana perasaan yang melihat? Yang pemula atau newbie akan merasa tersinggung dan mengumpat dalam hati. "Gua aja latihan mati-matian demi bisa bikin gambar setingkat elu, kok malah elunya menghina gambar sendiri yang 100x lipat bagusnya dari gue!"

Bakat itu datangnya dari Tuhan, kalau kamu menghina anugerah dari Tuhan tersebut, niscaya cepat atau lambat kamu akan kena batunya. Lagipula siapa yang sudi berkomentar pada gambar itu? Selain orang yang caper dengan mastahnya. (Oops!)

Boleh saja merendah diri, tapi tolong lakukan dengan caption yang tidak menyakiti hati orang. Jangan sampai maksudnya merendah diri tapi malah merendahkan diri dengan antonim, karena merendahnya terlalu berlebihan. Mengakui kelebihan diri sendiri adalah salah satu bentuk penghargaan untuk diri sendiri. Kalau kamu tidak menghargai diri sendiri, apalagi orang lain.


That's it! Just take it easy. Itulah dia kiat-kiat mudah menambah jumlah komentator di gambar kamu. Mohon maaf bila ada salah kata yang menyakiti pembaca, penulis membuatnya untuk tujuan pembelajaran semata. Semoga bermanfaat. Terimakasih!

Wassalamualaikum.

Bantu share ya:

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

    Previous
    Next Post »

    Jangan lupa berkomentar ya?