Ayo Kalahkan Invasi Robot dengan Menggambar di Game Ini!

Title screen Magic Touch: Wizard for Hire
Assalamualaikum. Halo sobat, sudah lama sekali sejak terakhir kali aku posting disini ya? Baiklah, kali ini aku akan meramaikan label Intermezzo lagi dengan sebuah game seru berjudul Magic Touch: Wizard For Hire.

Coba bayangkan. Apa jadinya bila sobat yang hanya bisa menggambar, tiba-tiba diberi mandat oleh sang raja untuk melindungi istana dari invasi robot luar angkasa? Yeah, seperti itulah game Magic Touch ini. Kita harus 'doodling' di layar sentuh untuk mengalahkan para robot jahat itu!
Halau mereka!
Mula-mula dengan balon udara dipunggung, para robot mulai berupaya mendarat di istana. Pada balon-balon itu tergambar berbagai motif, dan tugas kita adalah menggambar motif itu dengan tepat, kemudian *POP!* balon itu pecah, dan robot itu pun hancur karena terjatuh. Sederhana bukan?

Seseorang: Yaah, kalau game begituan mah mainan anak TK, bang..

Jangan salah, kamu bilang begitu karena belum merasakannya. Para robot semakin lama akan semakin kuat, cepat, dan gelombangnya semakin intens. Belum lagi jumlah balon pada tiap robotnya pun bertambah, dan motifnya semakin rumit. Dan tak terbayang deh bila harus melawan "King Wizard" sang bos yang memiliki balon kelabu yang motifnya hanya bisa terbuka bila balon disekitarnya sudah kamu letuskan.
King Wizard!
Setelah menyelesaikan permainan ini kamu akan mendapatkan koin yang nantinya bisa digunakan untuk membeli berbagai item dan power up. Mengaktifkan power up itu juga tidak mudah. Kita hanya bisa mengaktifkannya dengan menggambar pola-pola khusus. Selain itu, kita juga bisa membeli backgroud dengan berbagai tema.

Tertarik dengan games ini? Game ini tersedia untuk iOS dan Android. Tapi khusus pengguna Android, kamu bisa dapatkan grati melalui link berikut ini:

Bantu share ya:

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

    Previous
    Next Post »

    Jangan lupa berkomentar ya?